5 Camat Terancam di Copot - 17 December 2014 - Tutorial Berbagai Cara - Berita Online - Bisnis Online - Updated Daily New PTC Sites (Top,Trusted,Elite,Legit,)
Home » 2014 » December » 17 » 5 Camat Terancam di Copot
2:10 AM
5 Camat Terancam di Copot

Realisasi PBB Minim

5 Camat Terancam di Copot

MEDAN

Lima Camat di Kota Medan terancam bakal kehilangan jabatannya. Pasalnya, sebagai penguasa wilayah, kelima Camat itu tidak mampu mendongkrak perolehan pajak bumi bangunan (PBB).

Pasalnya, menjelang akhir tahun, lima Kecamatan itu hanya mampu merealisasikan perolehan PBB dibawah 70 persen.

"Ini akan menjadi bahan bagi saya untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Camat,"tegas Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin disela-sela rapat perolehan PBB di gedung dharma wanita, Rabu (17/12).

Dijelaskannya, pajak merupakan primadona pembangunan di Kota Medan. Sehingga, minimnya realisasi PBB sangat berpengaruh terhadap rencana pembangunan Kota Medan.

Menjelang hari terakhir tahun 2014, Eldin meminta agar seluruh Camat bekerja lebih ekstra dalam upaya mempenuhi target realisasi PBB. "Yang sudah mendapatkan 80 persen, lebih ditingkatkan lagi disisa waktu yang ada,"tegas pria yang pernah menjadi Kepala Dinas Pendapatan itu.

Proses pendekatan secara persuasif, diakuinya merupakan cara yang tepat bagi para Camat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mau membayar PBB.

"Pendekatan bisa dilakukan dengan memberikan pelayanan serta kemudahan kepada masyarakat ketikda hendak mengurus dokumen administrasi kependudukan (Adminduk). Kalau ada Camat, Lurah, Kepling yang mengutip bayaran atau imbalan, maka akan saya berikan sanksi tegas,"paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Medan, M Husni mengatakan menjelang akhir tahun, perolehan PAD dari sektor PBB berjumlah Rp285 Miliar dari Rp365 Miliar target yang telah ditetapkan.

"Jadi secara keseluruhan realisasi PAD dari PBB berjumlah 78,40 persen,"katanya.

Husni menjelaskan, bahwa target PBB dibagi atas jumlah Kecamatan yang ada yakni 21 Kecamatan. Selain itu, ada 6 perusahaan yang ditetapkan menjadi objek pajak khusus yakni PT Angkasa Pura II, PT Pelindo, PT Jasa Marga, PT PLN, Pertamina serta PT KAI.

"Kalau Kecamatan, kita bagi menjadi dua, yakni 5 Kecamatan terbaik, dan 5 Kecamatan terburuk dari sisi realisasi perolehan PBB, dan Kecamatan yang paling rendah perolehannya yakni Kecamatan Medan Tuntungan,"jelasnya.

Ditempat yang sama, Camat Medan Tuntungan, Geloka PK Ginting beralasan minimnya minat masyarakat membayar PBB diwilayahnya, lebih disebabkan karena banyak tanah yang tidak produktif.

Selain itu, ia beralasan besaran Nilai Jual Objel Pajak (NJOP) yang ditetapkan Dispenda Medan juga terlalu besar. "Di Medan Tuntungan masih ada harga tanah Rp100 ribu permeter, sedangkan NJOP nya lebih dari Rp250 ribu,"kilah Gelora.

Bukan hanya itu, Gelora menyatakan bahwa masyarakat diwilayahnya banyak yang menggunakan tanahnya hanya untuk berladang dengan menanam sayur maupun buah-buahan.

Hasil pertanian tersebut, tidak sebanding dengan jumlah PBB yang telah ditetapkan oleh Dispenda Medan. "Banyak faktor yang menyebabkan masyarakat Medan Tuntungan malas membayar PBB, salah satunya Dispenda keliru menetapkan NJOP,"jelasnya.

Kedepan, sebelum surat pemberitahuan pajak terhutang (SPPT) dibagikan, ia akan melakukan kajian bersama seluruh Lurah, Kepala Lingkungan serta perwakilan Dispenda untuk membahas besaran NJOP yang menjadi salah satu penyebab tidak maksimalnya perolehan PBB diwilayahnya.

"Untuk di Medan ada dua Kecamatan yang secara bergantian menempati peringkat dua terburuk perolehan PBB yakni Kecamatan Medan Tuntungan dan Medan Selayang,"tuturnya.

Category: Berita Online | Views: 363 | Added by: admin | Tags: 5 Camat Terancam di Copot, Realisasi PBB | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Only registered users can add comments.
[ Sign Up | Log In ]