Amankan Tulang Belulang dari Rumah Syamsul - 9 December 2014 - Tutorial Berbagai Cara - Berita Online - Bisnis Online - Updated Daily New PTC Sites (Top,Trusted,Elite,Legit,)
Home » 2014 » December » 9 » Amankan Tulang Belulang dari Rumah Syamsul
9:57 PM
Amankan Tulang Belulang dari Rumah Syamsul

Polisi Amankan Tulang Belulang dari Rumah Syamsul

 

MEDAN

Setelah dua hari (8-9/12) melakukan penggalian di rumah Syamsul, Jalan Beo No. 17, Simpang Jalan Angsa/ Madong Lubis, tim penggali dikabarkan telah mengamankan benda mirip tulang belulang. Selain itu, turut diamankan juga pakaian dalam.

 

Benda tersebut diamankan dari lubang kedua yang digali tak jauh dari lubang pertama, persisnya di bawah tangga. Petugas Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumut dan Satuan Reskrim Polresta Medan yang mendapat informasi itu kemudian menuju rumah Syamsul guna mendalaminya.

 

"Setelah kita gali kedalaman 2 meter, kita ada temukan benda mirip seperti kerangka tulang manusia yang berbentuk jari tangan dan mempunyai sendi mirip seperti jari manusia," kata Kepala UPT III Dinas Bina Marga Kota Medan, Eko Hermanto, selaku ketua tim yang melakukan penggalian di lokasi, Selasa (9/12) siang.

 

Eko mengaku, benda mirip jari tangan manusia itu ditemukan sekira pukul 13.00 WIB. Sementara celana dalam pada pukul 01.00 dinihari.

 

"Benda mirip kerangka tulang jari manusia itu ditemukan saat menggali dibawa lemari, layaknya seperti kamar gudang. Saat kita lakukan penggalian di bawah lemari itu sedalam dua meter, baru kita temukan benda tersebut," akunya.

 

Namun, tambah Eko, sebelum ditemukannnya benda mirip dengan tulang kerangka jari tangan manusia, pihaknya juga menemukan celana dalam dari hasil penggalian lubang yang berada di dalam rumah tersangka Syamsul tersebut.

 

"Sebelum ditemukannya benda yang diduga tulang jari manusia, pada Selasa dinihari, kita juga mendapatkan celana dalam dari lubang hasil galian kita," tukasnya.

 

Terkait temuan itu, Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta Karokaro yang ditemui Wartawan di Polresta Medan, membantah keras adanya temuan benda mirip tulang jari tangan manusia. Nico berulang kali menyatakan belum ada.

 

"Belum, belum, belum ada," bantahnya.

 

Nico mengaku, proses penggalian masih terus berjalan. Kemungkinan, hari ini (kemarin) penggaliannya akan selesai. "Ada tiga lobang yang sudah digali (dua di bawah tangga dan satu di bagian teras, red). Kedalamannya kurang lebih dua meter," jelasnya.

 

Ia menambahkan, jika ada perkembangan atau informasi dan temuan terbaru pihaknya bakal segera menidaklanjuti penggalian.

 

Sementara itu, Kanit (Kepala Unit) VC/ Judisila Satreskrim Polresta Medan AKP Martuasah Tobing mengatakan hal yang sama. "Belum ada itu, kita berdasarkan fakta. Sejauh ini kita masih menggali rumah Syamsul," ujarnya.

 

Martuasah menyebut, apabila ada ditemukan alat bukti, pihaknya pasti akan memberi tahu. "Kalau ada pasti kita kabari. Sebab, jikalau tidak ada dibilang ada nantinya masyarakat berpandangan lain," sebutnya.

 

Ditanya soal bangunan ruko No. 10C yang berada persis di samping rumah Syamsul, apakah juga dilakukan pembongkaran/ penggalian?

 

"Itu sudah pernah kita cek dan hasilnya tidak ada. Ruko itu juga bukan milik Syamsul. Jadi, kita tidak bisa main bongkar begitu saja. Artinya, harus ada alat bukti yang kuat mengarah ke sana," jelas Martuasah.

 

Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih mencari saksi yang mengetahui/ melihat langsung soal adanya 'makam' di rumah Syamsul. "Menurut saksi yang ada, mereka hanya mendengar saja. Sementara yang pernah melihat itu belum dapat dan itu sedang kita cari," pungkasnya.

 

Amatan Wartawan, hingga pukul 20.00 WIB penggalian di rumah Syamsul masih berlangsung. Tim yang diturunkan menggali di tiga lubang tersebut masih bekerja.

 

Penggalian hari kedua ini mengerahkan satu unit alat berat, Jackhammer. Alat pengebor itu dipergunakan untuk menghancurkan lantai di bagian teras. Sementara di bawah tangga, penggalian dilakukan secara manual dengan menggunakan, alat pertukangan seperti cangkul, palu besar, sekop dan lainnya.

 

Tak hanya itu, tim juga menurunkan satu unit truk penyedot air. Truk tersebut digunakan untuk menyedot air yang keluar dari lubang galian.

 

Pengamanan pun diperketat. Petugas memasang garis polisi di setiap sudut jalan. Warga pun tak diperkenankan mendekat.

 

Meski sudah dilarang dan dipasang garis polisi, ratusan warga dari berbagai daerah tetap berkerumun di lokasi. Warga membanjiri di setiap sudut police line.

 

Polisi Ragu Soal Mayat Diduga Yanti

 

Jasad perempuan yang ditemukan di laut bawah jembatan kawasan Labuhan Deli pada 9 September lalu, hingga kini belum bisa dipastikan siapa identitasnya oleh polisi. Meski, keluarga korban meyakini jasad perempuan itu adalah Nurmiyati alias Yanti (25) asal Tasikmalaya, Jawa Barat.

 

Mayat perempuan yang mengenakan pakaian berwarna hijau motif kembang-kembang itu masih dinyatakan Mrs X. Kabar terkahir, mayat yang berada di kamar jenazah RSUD Dr Pirngadi Medan itu telah dikuburkan.

 

"Hasil penyelidikan, tanggalnya yang membedakan. Karena, mayat di Labuhan Deli ditemukan pada 9 September. Sementara dari rekaman CCTV rumah Syamsul pada 23 September, Yanti masih hidup," ujar Martuasah.

 

Ia pun mengaku, pihaknya berencana melakukan tes sampel DNA terhadap keluarga Yanti. Selanjutnya akan dicocokan dengan jasan Mrs X itu.

 

"Saat ini kita masih fokus ke penyidikan kasusnya untuk melengkapi BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Pasalnya, dari tujuh tersangka, ada dua tersangka yang masih kategori di bawah umur (Bahri dan M Thariq). Sebab, sesuai aturan masa penahanannya berbeda dengan dewasa. Untuk itu, kita sudah menyerahkan berkasnya ke jaksa dan saat ini sedang diproses," bebernya.

 

Menurut Martuasah, dari foto yang dimiliki pihaknya, antara mayat Mrs X dengan foto Yanti di Jakarta tak ada kemiripan. Sehingga, masih didalami siapa sebenarnya Mrs X tersebut.

 

Sebelumnya, kemarin (8/12) keluarga Yanti, Aldiansyah (7) dan Anah (37) datang ke Polresta Medan. Keduanya berangkat dari Bandung dan tiba di Medan sejak Sabtu (6/12) kemarin.

 

Anah yang merupakan sepupu korban meyakini mayat yang ditemukan di laut, bawah jembatan kawasan Labuhan Deli adalah mayat Yanti. Namun, dirinya belum melihatnya secara langsung di kamar mayat RSUD Dr Pirngadi Medan.

 

"Meski saya belum lihat langsung, sebagai seorang saudara saya mengenali betul ciri-ciri Yanti. Setelah melihat fotonya saya bertambah yakin dan feeling itu Yanti. Dari jari dan kuku tangannya, mulut/ bibir, rambut, hidung, serta rambutnya yang pendek, saya yakin itu dia," ucap Anah.

 

Menurutnya, Yanti memiliki nama asli Nurmiyati (25), lahir 28 April 1989. Alamat tinggalnya di Kampung Cirapih RT 004/005, Parung, Cibalong, Tasikmalaya, Jawa Barat. Yanti memiliki sifat yang pendiam, tetapi baik hati dan pekerja keras.

 

"Dia memiliki tanda bekas luka di bagian dada hingga leher akibat terkena siraman air panas. Tanda bekas luka itu yang masih saya ingat dan pernah lihat waktu dia tinggal dan bekerja di Bandung," ungkap wanita yang mengenakan jilbab ungu, kaos pink dan celana panjang hitam motif bunga-bunga.

 

Namun demikian, kata Anah, polisi belum bisa memastikan apakah memang benar itu mayat Yanti. "Tadi (kemarin) polisi sudah menghubungi pihak rumah sakit (RSUD Dr Pirngadi Medan) dan katanya masih dalam proses," aku Anah.

 

Ia menyebut, Yanti memiliki seorang anak dan suami bernama Budi. Yanti merupakan anak bungsu dari dua bersaudara.

 

"Sejak Desember 2013 dia sudah berangkat ke Jakarta. Saya terakhir bertemu dengannya lebaran kemarin (2014) sewaktu di Bandung," bebernya.

 

Sebelum ke Jakarta, lanjut Anah, Yanti pernah bekerja di Malaysia sebagai TKW dua tahun lamanya (2010-2012). "Saya enggak ingat tahun berapa, setahu saya pas anaknya berusia 3 tahun," jelasnya.

Category: Berita Online | Views: 415 | Added by: fztm | Tags: tulang-belulang, Polisi, penyiksa PRT, syamsul | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Only registered users can add comments.
[ Sign Up | Log In ]