Dilapor ke Polsek Medan Kota - 4 December 2014 - Tutorial Berbagai Cara - Berita Online - Bisnis Online - Updated Daily New PTC Sites (Top,Trusted,Elite,Legit,)
Home » 2014 » December » 4 » Dilapor ke Polsek Medan Kota
11:38 PM
Dilapor ke Polsek Medan Kota

Bupati Taput Diduga Aniaya Wanita di Kamar Hotel



MEDAN-Kasus dugaan penganiayaan dengan terlapor Bupati Tapanuli Utara, Drs Nikson Nababan yang tertuang dalam laporan Nomor LP/1860/K/XI/2013/SU/POLRESTA MEDAN/SEK M.KOTA tertanggal 20 November 2013, akan digelar di Mapolresta Medan. Namun, jadwal pasti atas gelar perkara tersebut, belum ditentukan. Hal itu disampaikan Kapolsek Medan Kota Kompol Wahyudi ketika dikonfirmasi Sumut Pos, Kamis (4/12) siang.

" Kita masih akan periksa saksi-saksi. Termasuk pelapor. Setelah itu, akan kita lakukan gelar perkara di Polresta Medan. Kembali saya tegaskan kalau kasus ini, tetap kita proses, " ungkap Wahyudi singkat.

Saat disinggung soal pemeriksaan para saksi dan terlapor tersebut, dikatakan Wahyudi masih menunggu kedatangan para saksi dan pelapor. Disebut Perwira Polisi dengan pangkat 1 melati di pundaknya itu, pemanggilan terhadap saksi dan pelapor, sudah disampaikan pihaknya. Namun, Wahyudi juga tidak menjelaskan waktu surat panggilan yang dikatakannya sudah disampaikan pihaknya tersebut.

Diketahui sebelumnya, kasus itu dilaporkan oleh seorang wanita bernama Widhiastuty Suwardianto pada Rabu (20/11/2014) lalu. Dalam laporannya, wanita berusia 37 tahun yang tinggal di Karawaci Kelurahan Panunggangan Barat Kecamatan Cibodas Kota Tanggerang itu mengaku dianiaya oleh Nikson, saat berada di kamar 804 Hotel Soechi, Jalan Cirebon. Akaibat penganiayaan itu, wanita yang akrab disapa Widhia itu, mengalami luka memar di kuping, pipi dan leher.

Sementara itu, atas kejadian tersebut, 2 orang Wartawan di Tapanuli Utara, masing-masing berinisial CP dan LHS ditetapkan sebagai tersangka. Namun, kedua Wartawan itu, dijadikan sebagai tersangka penistaan dan pemerasan, berdasarkan laporan pihak Nikson Nababan yang tertuang dalam LP/242/XI/2014/SU/RES TAPUT/SPKT, tertanggal 27 November 2014. Begitu juga dengan surat kabar yang menjadi media terbitnya berita dugaan penganiayaan oleh Nikso Nababan tersebut, disita Polisi sebagai barang bukti.

" Kalau dari Lurencius, koran yang disita sebanyak 101 eksampler dengan surat tanda penyitaan nomor STP/120/XI/2014/Reskrim. Kalau dari saya, sebanyak 62 eksampler dengan surat tanda penyitaan STP/119/XI/2014/Reskrim, " ungkap CP saat ditemui di Mapolda Sumut, Kamis (4/12) siang.

Diceritakan CP, penetapan tersangka terhadp dirinya dan rekannya, bermula dari dirinya menemukan kasus itu dan melakukan pemberitaan. Atas kasus itu pula, dikatakannya kalau dirinya diajak Nikson Nababan bertemu di hotel Grand Aston pada Rabu (19/11). Disebutnya, dalam pertemuan itu Nikson mengakui perbuatannya dan meminta agar CP berhenti menerbitkan berita tersebut.

" Katanya saat itu, kasus itu sudah berhenti karena pelapor sudah mencabut pengaduannya. Namun, ketika saya konfirmasi pelapor dan Kapolsek Medan Kota, ternyata kasus itu masih bergulir. Oleh karena itu, tetap saya beritakan kejadian itu, " sambung CP.

Atas sikapnya itu, CP mengaku kalau dirinya dan rekannya, didatangi segerombolan orang diduga suruhan Nikson Nababan dengan mengatakan untuk CP tidak lagi menerbitkan berita tersebut. Bahkan, untuk memuluskan niat tersebut, dikatakan CP kalau dirinya diancam akan dihabisi, bila membandel. Karena tetap bertahan dengan prinsipnya, disebut CP kalau dirinya kembali dihubungi via ponsel, hingga akhirnya bertemu dengan segerombol orang diduga orang suruhan itu, di Rumah Kapal Desa Siatas Barita Kecamatan Tarutung pada Selasa (24/11).

" Pada Rabu (26/11) saya berulang kali ditelepon, Lobirin dan Jansen. Bahkan sms untuk kembali datang ke Rumah Kapal. Pada pukul 14.00 WIB, saya datang. Dalam pertemuan itu, tiba-tiba seorang yang saya ketahui bernama Lobirin Nababan menyodorkan uang pada saya, namun tidak saya terima. Tiba-tiba, dia keluarkan uang itu dari amplop dan menghitungnya. Saat itulah Polisi datang dan menyebut saya memeras. Padahal, sama sekali saya tidak ada menyentuh uang itu, " sambungnya.

Atas kejadian itu pula, diakui CP kalau dirinya dan LHS datang ke Poldasu, untuk melaporkan kembali kasus itu. Disebutnya, dia merasa sudah dikriminalisasi atas penetapan tersangka terhadap dirinya itu. Begitu juga dengan tugasnya sebagai Jurnalistik, dikatakannya dia merasa sudah dikebiri.

" Tadi kata Polisi di SPKT, laporan saya tidak dapat diterima karena kasus ini masih bergulir di Polrest Taput. Katanya, setelah selesai proses di sana, baru saya bisa melapor. Karena saya masih percaya dengan Polisi, untuk itu, akan saya ikuti saja dulu arahan mereka, " tandas CP.

Category: Berita Online | Views: 455 | Added by: fztm | Tags: Aniaya Wanita di Kamar Hotel, Bupati Taput | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Only registered users can add comments.
[ Sign Up | Log In ]