Jokowi-Pimpinan DPR Ngopi Bareng - 26 November 2014 - Tutorial Berbagai Cara - Berita Online - Bisnis Online - Updated Daily New PTC Sites (Top,Trusted,Elite,Legit,)
Home » 2014 » November » 26 » Jokowi-Pimpinan DPR Ngopi Bareng
12:36 PM
Jokowi-Pimpinan DPR Ngopi Bareng

Sarankan Jokowi-Pimpinan DPR Ngopi Bareng


JAKARTA - Pimpinan DPR disarankan segera mengambil inisiatif untuk
meredakan ketegangan antara Senayan dengan pihak Istana. Ketegangan
menyusulkan sikap Presiden Jokowi yang melarang para anggota
kabinetnya menghadiri rapat dengan DPR.

Politikus PDI Perjuangan, Aria Bima, berpendapat, ketegangan seperti
ini hanya bisa diredakan oleh pimpinan DPR, dengan cara segera
menjalin komunikasi dengan Jokowi.

"Saya sarankan agar cepat-cepat pimpinan DPR seperi Fahri Hamzah,
Fadli Zon (keduanya wakil ketua DPR, red), ngobrol-ngobrol, ngopi
bareng presiden, agar masalah selesai," ujar Aria Bima di Jakarta,
kemarin.

Pria yang juga inisiator pertemuan Jokowi-Prabowo pascapilpres 2014
itu mengatakan, jika para pimpinan alat kelengkapan DPR, seperti
komisi, yang berbicara maka tidak akan menyelesaikan masalah. Alasan
dia, yang dipersoalkan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) selama ini adalah
legalitas mereka sebagai pimpinan komisi.

"Ini berbeda dengan pimpinan DPR yang memang punya legalitas. Jadi,
pimpinan DPR lah yang bisa menjembatani, segera saja bicara dengan
presiden agar masalah cepat tuntas," ujar politikus asal Solo itu.

Dalam kondisi normal, lanjut Aria, sikap presiden melarang para
menteri menghadiri rapat dengan DPR memang salah. Namun, lanjutnya,
saat ini kondisinya tidak normal. Ini terkait dengan pandangan kubu
KIH, yang menilai kubu Koalisi Merah Putih (KMP) melanggar kesepakatan
bahwa revisi Undang-undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) harus
direvisi dulu sebelum komisi-komisi memanggil para menteri mitra
kerjanya.

"Saya sendiri merasa belum menjadi bagian dari Komisi VI karena
pimpinannya belum jelas dasar legalitasnya," cetus Aria.

Hal senada disampaikan Anggota Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin.
Dia menilai, larangan presiden agar para menteri tidak menghadiri dulu
rapat-rapat di DPR, merupakan sikap bijak. Alasannya, dua kubu yang
ada di DPR sendiri saat ini belum kompak.

Dia yakin, jika nantinya revisi UU MD3 sudah selesai, disusul
kekompakan para anggota di masing-masing komisi, baru lah komisi bisa
mengundang menteri untuk rapat.

"Kalau sekarang dilaksanakan, maka yang hadir kan hanya lima fraksi.
Padahal di DPR ada 10 fraksi," kata TB Hasanuddin, kemarin.

Sedang Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, saat ini sudah banyak
masalah yang harus dijelaskan para menteri di DPR. Karena itu, menurut
politikus dari PKS ini, DPR harus segera bekerja untuk melaksanakan
tugasnya mengawasi kinerja pemerintah.

Salah satu dari sekian banyak masalah, menurut Fahri, adalah kebijakan
kenaikkan harga BBM bersubsidi. (Bbs)

Category: Berita Online | Views: 361 | Added by: fztm | Tags: ngopi bareng, jokowi, DPR | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Only registered users can add comments.
[ Sign Up | Log In ]