Kejatisu Mencari Ermawan - 10 December 2014 - Tutorial Berbagai Cara - Berita Online - Bisnis Online - Updated Daily New PTC Sites (Top,Trusted,Elite,Legit,)
Home » 2014 » December » 10 » Kejatisu Mencari Ermawan
6:36 PM
Kejatisu Mencari Ermawan

Kejatisu Kewalahan Mencari Ermawan

 

MEDAN

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, tampaknya sudah pasrah dengan pelarian alias buronnya  terpidana kasus korupsi pengadaan flame turbin GT 1.2 Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (KITSBU), Sektor Belawan, Ermawan Arief Budiman.

 

"Kaitan ini, kita meminta agar bersangkutan kembali. Karena, dilakukan pengalihan tahan seharus tidak bisa keluar kota Medan," ucap Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) M.Yusni kepada wartawan, Kemarin. 

 

Dia menyebutkan pihak tetap melakukan pencarian keberadaan Ermawan Arief Budiman. Yang kini, menghilang tanpa jejak membuat pihak kejaksaan kewalahan mencari keberadaannya."Tetap melakukan pencarian dengan melibatkan Inteligen. Kita juga melakukan pencekalan. Agar bersangkutan tidak bisa keluar negeri," ucap Yusni

 

Yusni juga menghimbau kepada Ermawan Arief Budiman untuk beretikat baik dan mengikuti hasil putusan tersebut yang sudah memiliki kekuatan hukum." Menghimbau lahh, kalau tidak kita akan tangkap dia (Ermawan)," ancam Yusni dengan nada tegas.

 

Disinggung apakah Kejatisu melakukan pemeriksaan sejumlah pejabat tinggi PT.PLN Sumut atas pelarian dan penyeledikan dana jaminan pengalihan tahan Ermawan Arief Gunawan senilai Rp.23,9 Miliyar."Kita hanya membantu kejaksaan agung saja. Pemeriksaan dilakukan Kejagung itu," pungkasnya.

 

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya memeriksa Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Nur Pamudji. Itu terkait kaburnya terpidana kasus korupsi pengadaan flame turbin GT 1.2 Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (KITSBU), Sektor Belawan, Ermawan Arief Budiman.

 

Menurut Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Kasubdit) Kejagung, Sardjono Turin, Nur Pamudji dimintai keterangannya, setelah sebelumnya menggelontorkan uang hingga Rp 23,9 miliar yang berasal dari PT PLN, agar Ermawan yang ditahan di rumah tahanan, diperbolehkan berstatus tahanan kota. Akibatnya, saat hendak dieksekusi, Ermawan tidak berada di tempat.

 

"Iya benar, Direktur Utama PT PLN telah dimintai keterangannya, terkait dugaan tindak pidana korupsi pada penempatan uang jaminan kepada terpidana Ermawan Arief agar yang bersangkutan tidak ditahan," ujarnya di Gedung Kejagung.

 

Turin mengatakan, Nur Pamudji dimintai keterangan yang pada intinya terkait mekanisme pengucuran uang jaminan tersebut. "Kita ingin mengetahui seperti apa mekanismenya. Apakah harus ada rapat umum pemegang saham, atau hanya kewenangan Dirut PLN saja. Karena ini kan jumlahnya sangat besar," katanya.

 

Mantan Manager PLN Sektor Belawan Ermawan Arief Budiman, Mantan Kepala Sektor PT PLN Pembangkit Belawan, terjerat kasus korupsi pengadaan pengadaan flame tube GT 1.2 PLN Belawan senilai Rp23,9 miliar.

 

Meski baru sebatas dimintai keterangan, Nur Pamudji, kata Turin, dapat saja kemudian ditetapkan sebagai tersangka, jika ditemukan dua alat bukti yang cukup kuat. "Kalau ada indikasi, itulah baru tindak pidana korupsi. Manakalah minimal dua alat bukti ditemukan, bisa ditingkatkan ke penyidikan. Sampai saat ini sudah lima orang kita minta keterangan," katanya.

 

Sementara itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan mendukung upaya yang dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI yang melakukan pemeriksaan terhadap pejabat tinggi PT.PLN terkait kaburnya terpidana kasus korupsi pengadaan flame turbin GT 1.2 Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (KITSBU), Sektor Belawan, Ermawan Arief Budiman, yang sudah menghilang sekitar dua bulan setelah keluarnya penetapan penahanan dari Pengadilan Tinggi (PT) Medan.

 

Dengan pemeriksaan terhadap Dirut PT.PLN, Nur Pamudji yang dilakukan penyidik Kejagung. Menurut Direktur LBH Medan Surya Adinata membuka lembar baru untuk pengusutan kucuran nada sebesar Rp.23,9 Milyar sebagai uang penjamin untuk pengalihan tahanan Ermawan Arief Budiman. Yang mana, uang tersebut senilai kerugian negara yang dikorupsi terpidana tersebut.

 

"Awalnya sudah tidak benar itu. Bagaimana mungkin, menjamin seorang koruptor dilakukan perusahaan plat merah, yang korupsi uang plat merah itu juga. Seperti orang mencuri di rumah kita. Kemudian, pemilik rumah memberikan penangguhan," ungkap Surya Adinata kepada Sumutpos.

 

Terkait pelarian dan kaburnya Ermawan Arief Budiman ini, yang sangat bertanggungjawab adalah Nur Pamudji dan General Manager (GM) PT PLN Sumbagut, Bernadus Sudarmanta. Melihat dari kacamata hukum, Surya menilai sudah sepantasnya Kejagung menetapkan kedua pejabat PT.PLN itu, sebagai tersangka dalam mengucurkan uang tersebut. Yang dinilai salah prosedur dan menyalahgunakan wewenangan dalam mengambil putusan yang salah itu.

 

"Uang negara itu, bagaiman mekanismenya untuk mengeluarkan uang itu. Emang ada ya, pos-pos anggaran seperti itu. Anggaran untuk menjamin terpidana Korupsi. Itu sudah aneh dan gila," ujar pria berkacamata itu dengan nada miris.

 

Dia mengungkapkan bila nanti Ermawan Arief Budiman ketangkap, Surya menyarankan kepada Kejagung untuk memproses kedua pejabat tinggi PT.PLN tersebut sesuai dengan hukum yang ada."Ketanggap lah dia. Tetap harus diperiksa mereka, kerena ada indikasi korupsi, kejagung jangan sukan-sukan untuk menetap tersangka. Harus ada sangsi kepada mereka," tandasnya.

 

Selain putusan penetapan penahanan. PT Medan juga menvonis Ermawan 8 tahun penjara denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan. Informasi putusan bernomor 40/PID.SUS.K/2014/PT-MDN, diperoleh wartawan dari situs resmi http:/putusan.mahkamahagung.go.id, yang telah dibacakan pada 13 Oktober 2014, kemarin langsung dibacakan A.TH.Pudjiwahono,SH, M.Hum Ketua Pengadilan Tinggi Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Medan sebagai Ketua Majelis, didamping Saut H Pasaribu, Mangasa Manurung, Rosmalina Sitorus dan Sazili sebagai hakim anggota.

 

Ermawan Arif Budiman dihukum 8 tahun penjara dan membayar uang denda sebesar Rp. 100.000.000,- dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, maka kepada terdakwa dikenakan pidana pengganti berupa pidana kurungan selama 3 bulan kurungan.

Category: Berita Online | Views: 422 | Added by: fztm | Tags: Mencari Ermawan | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Only registered users can add comments.
[ Sign Up | Log In ]