Konsultan Menghilang - 26 November 2014 - Tutorial Berbagai Cara - Berita Online - Bisnis Online - Updated Daily New PTC Sites (Top,Trusted,Elite,Legit,)
Home » 2014 » November » 26 » Konsultan Menghilang
12:40 PM
Konsultan Menghilang

Konsultan Menghilang 28 Kepsek SD Penerima DAK Kebingungan


Langkat…..
Har, mengatasnamakan seorang konsultan pada 28 lokasi Sekolah Dasar
Negeri (SDN) penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan tahun 2014
di Kabupaten Langkat, saat ini keberadaannya tidak diketahui, setelah
ianya memungut 30 % dari Rp 144.109.250 pencairan DAK setiap SDN
penerima DAK untuk rehab berat gedung sekolah yang rusak. Akibatnya,
28 Kepala Sekolah (Kepsek) penerima DAK saat ini kebingungan,
sedangkan 4 Kepsek tetap tenang karena DAK yang diterimanya
dipergunakan sendiri sebagai swakelola dalam merehabilitasi sekolahnya
yang rusak, 4 Kepsek ini tidak mau tunduk pada arahan konsultan yang
kini kabur.

Di Langkat, ada 32 lokasi SDN penerima DAK tahun 2014, sebelum
menggunakan DAK, seluruh Kepsek itu sebulan yang lalu dikumpulkan di
Gedung Pegnasos milik Pemvrupsu di Stabat untuk mendengarkan arahan
sang konsultan. Har yang menggunakan CV Sugiarto yang beralamat di
Kota Binjai ternyata merangkap sebagai kontraktor pengadaan barang.
Semua Kepsek penerima DAK harus membeli kerangka baja, kusen metal dan
givsun sebagai pelengkap bangunan gedung sekolah kepadanya, karena
sang konsultan ini menyebut-nyebut nama orang nomor satu di Langkat.

“Kami bingung, nomor kontak Pak Hartono saat ini tidak aktif lagi,
kami cari alamat kantor CV nya di Binjai tidak ada, uang untuk
pembelian kerangka baja bangunan bagian atas gedung yang kami perlukan
belum kunjung dating sesuai yang dijanjikan”. Besarnya uang ada yang
menyetor Rp 30 juta ada yang Rp 40 juta. Ada sekitar 28 kepala sekolah
yang sudah mengasi uang, ungkap kalangan Kepala SDN penerima DAK yang
minta nama mereka tidak disebutkan, kepada wartawan Selasa (25/11).

Kepala SDN itu diantaranya  Kepala SDN 055986 Kwarasan , SDN 050592
Padang Brahrang Kecamatan Selesai. Kepala SDN 050671 Kampung Gohor
Kecamatan Wampu. Kepala SDN Afd X Kwala Sawit Kecamatan Batang
Serangan, Kepala SDN 0506684 Tanjung Putus Kecamatan Padang Tualang,
Kepala SDN 050706 Salahaji Kecamatan Pematang Jaya, Kepala SDN 056637
Telaga Said  Kecamatan Sei Lepan dan belasan Kepala SDN penerima DAK
lainnya.

Diungkapkan mereka, pihaknya meminta penyidik untuk membantu mencari
tahu keberadaan sang konsultan. “Yah mohon kepada bapak-bapak penyidik
atau pak polisi untuk menelusuri keberadaan Pak Hartono”, ungkap
Kepala SDN 050737 Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura, kemarin.

Empat kepala SDN penerima DAK yang tidak menyetorkan uang kepada
konsultan, mereka saat ini melakukan rehab berat gedung sekolahnya
yang rusak belum mengalami kendala. “Untuk apa pakai konsultan, tidak
pakai kerangka baja pun tidak masalah, yang penting kayunya
berkualitas”. Ini kan proyek swakelola yang harus dipertanggung
jawabkan oleh Kepala Sekolah penerima DAK. Ada petunjuk tekhnis
disitu, dan tidak boleh doborongkan oleh rekanan, disetiap Kecamatan
saat ini kan banyak took penjual material bangunan, mengapa harus
diborongkan, ungkap mereka, diantarnya kepala SDN 050775 Pangkalan
Susu dan SDN 058379 Otorita Kecamatan Sawit Seberang.

Gonjang ganjing di dunia pendidikan Kabupaten Langkat ini membuat
Direktur Investigasi Lembaga Pengkajian Pelayanan Masyarakat (LPPM)
Pusat, Misno Adi  angkat bicara, dan  berharap adanya respon positif
penyidik Polri maupun Kejaksaan guna memberangus praktik kotor yang
disinyalir melibatkan pihak-pihak tertentu di Dinas Pendidikan dan
Pengajaran (Dikjar) Langkat.

“Idealnya kondisi ini mendapat perhatian dari institusi penegak hukum
yang ada”. Kalau dibiarkan mau sampai kapan dunia pendidikan akan baik
seperti diharapkan semua pihak. Teknisnya mereka itu (penyidik) kan
sudah tahu, kan gak mungkin ada asap kalau tidak ada apinya, kata
Misno, sedikit berfilosofi.

Dijabarkan aktifis LPPM kepada wartawan kemarin, penghunjukan
konsultan patut menjadi pertanyaan karena diperkirakan belum ada
sosialisasi dari dinas terkait dalam penggunaan jasa konsultan
tersebut.

Sikap pejabat Dikjar Pemkab Langkat sangat disayangkan karena terkesan
melakukan pembiaran dugaan terjadinya rangkap fungsi diperagakan
konsultan. Idealnya, pejabat berkompetensi membidangi DAK melakukan
monitoring ketat mengantisipasi terjadinya kecurangan.

“Agak aneh juga, dugaan terjadinya rangkap fungsi ini kok sempat ada
terus apa kewenangan pejabat membidangi projek ini ?” Kan idealnya ada
pengawasan sedetail mungkin guna mengantisipasi terjadi hal-hal tidak
diinginkan, sebab kondisi ini kan rawan penyimpangan. Orang sudah ada
kok contohnya di dinas tersebut, bukan hanya mantan kadis tapi stafnya
ikut masuk penjara,beber Direktur LPPM itu.

Kadis Dikjar Langkat Drs Sujarno baru-baru itu mengatakan, bahwa tidak
ada keterlibatan dirinya dalam masalah penggunaan konsultan. “Proyek
itu kan swakelola yang harus sepenuhnya ditangani kepala sekolah
penerima DAK”. Jika pakai kontraktor  itu resiko dan tanggung jawab
kepala sekolah yang bersangkutan. Kita tidak ada mengarahkan tentang
itu, sebutnya, waktu itu.(bbs)

Category: Berita Online | Views: 451 | Added by: fztm | Tags: Konsultan Menghilang, Penerima DAK Kebingungan | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Only registered users can add comments.
[ Sign Up | Log In ]