Perpusatakaan Rusak - 7 January 2015 - Tutorial Berbagai Cara - Berita Online - Bisnis Online - Updated Daily New PTC Sites (Top,Trusted,Elite,Legit,)
Home » 2015 » January » 7 » Perpusatakaan Rusak
6:31 PM
Perpusatakaan Rusak

Fasilitas Perpusatakaan Rusak

 

MEDAN

Pengerjaan pembangunan gedung Perpustakaan Daerah (Pusda) oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Sumatera Utara (Sumut) dinilai sudah melanggar Peraturan Presiden (Perpres) 70 tahun 2012. Pasalnya kontrak dengan anggaran sebesar Rp. 17 miliar, seharusnya berakhir 29 Desember 2014.

 

 Wakil Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut syahrial Tambunan juga menyebutkan bahwa sejumlah fasilitas yang ada di dalam gedung tersebut mengalami kerusakan diakibatkan adanya pekerjaan proyek rehab dan bangun gedung BPAD yang juga merupakan Perpustakaan milik pemerintah provinsi (Pemprov).

 

 "Ya dengan begini, tentu pelayanan menjadi terganggu. Padahal Pusda ini kan fasilitas untuk menunjang mutu pendidikan bagi warga Sumut juga. Tentu kita merasa perlu untuk mengevaluasi ini," ujar Syahrial, Rabu (7/1).

 

 Meskipun dirinya menerima informasi bahwa pada senin (12/1) mendatang, perpustakaan sudah dibuka, namun melihat kondisi bangunan yang belum selesai serta sejumlah faslitas yang rusak, Syahrial merasa pesimis.

 

 "Katanya 12 Januari sudah dibuka. Ya kita tunggu saja lah, benar atau tidak," sebutnya.

 

 Sebelumnya Anggota Komisi E lainnya, Iskandar sakty Batubara mengatakan sejumlah faslitas yang rusak akibat dampak pengerjaan proyek seperti mesin foto copy dan mesin tik digital serta sejumlah buku dan rak buku, dalam kondisi baik sebelum ada proyek tersebut. Sehingga dirinyya merasa tidak ada persiapan perencanaan yang matang dari BPAD sendiri.

 

 "Ya kondisinya masih bagus sebelum ada proyek itu. Ini yang membuat kita kecewa, kenapa mereka (BPAD) tidak memperhatikan yang seperti ini. Ini kan aset negara," sebutnya.

 

 Pihaknya juga menyayangkan jika BPAD tidak mengevakuasi barang-barang yang menjadi aset negara degan nilai diperkirakan puluhan juta rupiah tersebut. Padahal dengan adanya pengerjaan bangunan, barang-barang yang yang masih digunakan seharusnya diungsikan atau dipindahkan ke tempat yang lain agar tidak rusak.

 

 "Alasan mereka kenapa tidak di evakuasi, karena nggak ada tempat. Itu kan bukan alasan, karena banyak sebenarnya fasilitas jika memang diperlukan," katanya.

 

 Sementara soal proyek pembangunan yang sudah melewati batas masa kontrak, anggota Komisi E Zahir menyebutkan, keterlambatan pekerjaan harus diberi sanksi. Baik kepada pelaksana proyek atau kontraktor dan Kepala BPAD. Selain itu, pihaknya akan membahas mengenai rusaknya sejumlah aset negara akibat proyek tersebut.

 

 Para anggota dewan ini menduga ada kesengajaan pihak BPAD membiarkan kerugian tersebut terjadi agar bisa diganti dengan barang yang baru melalui anggaran berikutnya. Meskipun barang yang ada masih bisa digunakan. Ini lah yang menjadi sorotan mereka melihat buruknya manajemen BPAD yang juga merupakan Pusda milik masyarakat Sumut.

 

 Menanggapi itu, kepala BPAD Sumut Hasangapan Tambunan mengatakan jika keterlambatan pengerjaan proyek rehab dan bangun gedung BPAD itu tidak menjadi masalah karena masih terikat administrasi dan dilindungi peraturan gubernur (Pergub) tanpa menyebutkan rinciannya.

Category: Berita Online | Views: 313 | Added by: fztm | Tags: Perpusatakaan, Rusak, Fasilitas | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Only registered users can add comments.
[ Sign Up | Log In ]