Setir Narkoba dari LP Tanjung Gusta - 12 January 2015 - Tutorial Berbagai Cara - Berita Online - Bisnis Online - Updated Daily New PTC Sites (Top,Trusted,Elite,Legit,)
Home » 2015 » January » 12 » Setir Narkoba dari LP Tanjung Gusta
6:58 PM
Setir Narkoba dari LP Tanjung Gusta

Napi Setir Narkoba dari LP Tanjung Gusta

 

Sabu dan Ekstasi Bernilai Rp8 Miliar Disita

 

MEDAN

MH (31), seorang narapidana kasus narkoba yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tanjung Gusta Medan, menjadi pengendali peredaran narkoba di Kota Medan. Terbukti, dua jaringan MH yang diketahui berinisial ZM (21) dan MR (27) diciduk petugas Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Medan dari kawasan Jalan Gagak Hitam/Ringroad, Medan Sunggal, kemarin.

 

Dari ketiganya polisi menyita barang bukti berupa sabu-sabu seberat 2.269,54 gram dan 46.848 butir pil ekstasi. Selain itu, turut disita juga satu unit mobil Honda Jazz silver BG 1246 GA, Chevrolet Aveo silver BK 1073 QE dan dua telepon genggam.

 

Menurut informasi yang diperoleh, penangkapan napi MH berawal dari diciduknya dua kaki tangannya ZM dan MH. Keduanya diringkus saat bertransaksi dengan polisi. Saat ditangkap, petugas menemukan satu paketan sabu. Setelah diintrogasi, petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumah keduanya di Jalan Setiabudi Pasar II Komplek Gardenia No. 1A, Tanjung Sari, Medan Selayang. Walhasil, polisi pun menyita narkoba senilai 8 miliar tersebut.

 

Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta yang didampingi Kasatres Narkobanya Kompol Dony Alexander dan Kanit Idik II AKP Eliakim Sembiring mengatakan, MH adalah otak peredaran atau pengendalinya. Pria asal Desa Garot Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, Aceh ini, memiliki boss berinisial SR yang saat ini masih dalam pengejaran.

 

"Sabu-sabu ini dikendalikan MH dari Lapas Tanjung Gusta. MH mendekam di sel dalam kasus yang sama," kata Nico, Senin (12/1).

 

Menurutnya, hasil pemeriksaan MH sedang menjalani hukuman 8 tahun dan saat ini baru 1 tahun lebih. "Tersangka MH mengaku seluruh barang bukti didapat SR yang berada di Bireuen, Aceh," beber Nico.

 

Dijelaskannya, setelah mendapat kiriman dari Aceh, maka MH mulai menjalin komunikasi dengan para pengedar untuk mengantar barang ke lokasi sesuai pesanan. "Narkoba ini diedarkan ke Kota Medan. Namun tidak tertutup kemungkinan dikirim ke luar kota jika ada permintaan," sebut Nico sembari menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan Polda Aceh guna menangkap SR.

 

"MH kita upaya dijerat hukuman semaksimal mungkin dan bahkan hukuman mati," tukasnya.

 

Lebih lanjut Nico mengatakan, narkoba senilai 8 miliar ini bisa menyelamatkan sedikitnya 6 ribu orang dari pengaruh sabu-sabu. Jika digabung dengan ekstasi, jumlahnya pasti berlipat.

 

Sementara itu, ketiga tersangka yang diwawancarai tak bersedia memberikan keterangan. Ketiganya hanya terdiam sembari menunduk saat dilontarkan beberapa pertanyaan. (ris)

BNN Pastikan Sindikat Tiongkok Bermain di Sumut dan Aceh

 

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) memastikan, jaringan narkoba internasional yang dikenal dengan sebutan Sindikat Tiongkok, telah lama mengembangkan bisnis barang haramnya di wilayah Sumut dan Aceh.

 

Kepastian ini berdasarkan pengembangan penyelidikan terhadap sembilan anggota Sindikat Tiongok yang berhasil dibekuk di di depan Lotte Mart, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (5/1), dengan barang bukti 862 kg sabu siap edar.

 

"Mereka pasarkan di kota-kota besar di Indonesia, termasuk Medan dan sekitarnya, hingga ke Aceh," ujar Juru Bicara BNN Kombes Pol Sumirat Dwiyanto kepada koran ini di Jakarta, kemarin (11/1).

 

Penjelasan Sumirat ini menguatkan dugaan mantan pimpinan BNN Komjen (Purn) Togar M Sianipar, yang sebelumnya sudah mengatakan Sindikat Tiongok ini juga bermain di Medan dan sekitarnya.

 

Sindikat Tiongkok ini tergolong bandel. Data resmi yang dirilis BNN, pada 2014 sejumlah anggota Sindikat Tiongkok ini juga sudah dibekuk, dengan barang bukti sabu yang beratnya juga fantastis.

 

Dua diantaranya pada 22 November 2014, BNN tiga tersangka WN Tiongkok yang menyelundupkan sabu seberat 151,5 Kg dari Tiongkok melalui jalur laut. Sabu tersebut disembunyikan di sela-sela manisan buah dan mainan. Ini tangkapan terbesar di 2014.

 

Sebelumnya, pada tanggal 2 Mei 2014, dibekuk dua anggota Sindikat Tiongkok yang membawa 8,9 Kg sabu.

 

Selain untuk Medan dan sekitarnya termasuk Aceh, Sumirat mengatakan, kota-kota besar lainnya juga mendapat pasokan dari Sindikat Tiongkok ini. "Jakarta, Semarang, Makassar, Bandung, Surabaya, Palembang," ujarnya.

 

Khusus Medan dan Aceh, lanjut Sumirat, mendapat perhatian khusus dari BNN. Penangkapan anggota sindikat di Tanjung Balai pada 22 November 2014, membuktikan adanya jaringan yang kuat di Medan dan Aceh.

 

"Jaringan sindikat narkoba di Tanjung Balai ini dalam satu bulan, setidaknya mereka bisa me ngambil sabu dan membawanya ke Tanjung Balai hingga Medan sebanyak empat kali. Kini, jaringan ini tidak bisa lagi beroperasi karena diamankan BNN (pada Selasa, 22 Noovember 2014, red). Lima anggota sindikat ditangkap, dan barang bukti sabu seberat 6 Kg berhasil disita," terang Sumirat.

 

Dikatakan, hingga saat ini BNN terus melakukan pengembangan atas tertangkapnya anggota Sindikat Tionkok yang dibekuk di Kalideres itu.

 

"Kita kerjasama dengan kepolisian Malaysia dan Tiongkok karena yang tertangkap ada warga negara Malaysia dan Tiongkok. Tinggal mencari waktu mereka kan datang ke Indonesia. Ini kerjasama sebenarnya sudah lama. Mudah-mudahan nanti jaringan mereka yang ada di sana juga bisa ditangkap," pungkas Sumirat.

Category: Berita Online | Views: 501 | Added by: fztm | Tags: Sabu dan Ekstasi Bernilai Rp8 Milia, Setir Narkoba dari LP Tanjung Gusta, Napi | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Only registered users can add comments.
[ Sign Up | Log In ]