Sidang Dugaan Korupsi DAK Disdik Medan - 15 January 2015 - Tutorial Berbagai Cara - Berita Online - Bisnis Online - Updated Daily New PTC Sites (Top,Trusted,Elite,Legit,)
Home » 2015 » January » 15 » Sidang Dugaan Korupsi DAK Disdik Medan
7:38 PM
Sidang Dugaan Korupsi DAK Disdik Medan

Sidang Dugaan Korupsi DAK Disdik Medan

 

Eva Serahkan Rp 300 Juta untuk Rajab

 

MEDAN

Saling bantah terjadi antar terdakwa pada persidangan Kasus korupsi gratifikasi Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan tahun 2012.

Terdakwa, mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Medan, Rajab Lubis membantah menerima uang sebesar Rp 300 juta dari Eva Yunismin yang juga berstatus terdakwa dalam perkara yang sama. 

"Tidak benar kalau saksi tidak menerima uang dari proyek tersebut. Saya ada memberikan uang Rp300 juta kepada pak Rajab di Hotel Sakura Medan. Bukan hanya itu, saya juga ada memberikan uang Rp20 juta kepada Rajab," ucap Eva di hadapan majelis hakim yang diketuai Nelson J Marbun, di ruang Cakra VI Pengadilan Tipikor Medan.

 

Selain itu, terdakwa yang menjabat Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) menerangkan jika mantan Kepala Dinas Pendidikan tersebut juga ada memerintahkannya secara lisan agar meminta uang kepada masing-masing sekolah sebesar 10 persen dari dana rehabilitasi ruangan kelas yang diterima sekolah.

 

"Saya juga ingin membantah yang dana 10 persen itu untuk saya. Saya hanya diperintahkan pak Rajab," ujar terdakwa.

 

Pada persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Rajab mengaku sama sekali tidak pernah menerima uang dari proyek DAK tersebut, baik itu uang ucapan terimakasih maupun uang yang bersifat lainnya. "Saya tidak pernah terima uang dari Eva maupun Zakaria majelis,"ucap saksi yang juga berstatus terdakwa dalam kasus tersebut.

 

Meski tidak mengakui pernah mendapatkan uang dari proyek DAK, tetapi Rajab Lubis mengakui beberapa pesan singkat yang dikirimnya melalui sms ke nomor hp Eva."Apakah anda pernah mengirimkan sms ke bu Eva dengan pesan ini 'Buk, tolonglah kumpulkan dana kita'," tanya Penasehat Hukum Eva kepada Rajab.

 

Rajab pun membenarkan isi sms dan nomor hp yang mengirimkan sms tersebut. Hanya saja ia tidak mengingat dana yang dikumpulkan tersebut dan mengapa ia mengirimkan pesan tersebut kepada Eva.

 

"Saya sudah tidak ingat lagi. Terlalu banyak yang saya pikirkan," ucap Rajab.

 

Kuasa Hukum Eva pun kembali bertanya "Masak saudara saksi tidak ingat kapan saudara menyampaikan SMS itu," tanya kuasa hukum kembali. Saksi pun tetap menjawab tidak ingat.

 

Jawaban yang sama juga disampaikan ketika Kuasa Hukum Eva kembali bertanya mengenai sms Rajab kepada Eva yang berisikan 'Bu Eva, bisa siapkan uang Rp85 juta'. Saksi Rajab-pun kembali tidak ingat dengan sms tersebut.

 

Kemudian, Rajab pun kembali tidak bisa mengingat saat JPU Netty Silaen bertanya perihal sms tersebut kepadanya. Netty sempat bernada tinggi terhadapnya. "Semua jawaban anda tidak ingat. Sudah pikun sekali anda ya. Makanya jangan banyak berbohong. Jadi semua tidak ingat," ucap Netty.

 

Selanjutnya, dalam sidang tersebut, saksi juga mengetahui adanya kejanggalan dalam pengerjaan proyek tetapi selaku penguasa anggaran, saksi membiarkannya begitu saja.

 

"Saudara saksi mengetahui bahwa pengerjaannya hanya boleh dilakukan secara swakelola, tetapi saudara saksi membiarkan Samsul Maradona, Ilham  dan pemborong lainnya mendatangi sekolah untuk mengerjakan rehabilitasi tersebut. Seharusnya kan saudara selaku penguasa anggaran bisa menghentikannya," ucap majelis hakim sembari majelis hakim menunda sidang ini hingga pekan depan.

 

Untuk diketahui, kasus korupsi yang melibatkan mantan Kepala Dinas Pendidikan Medan Rajab Lubis bersama Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Jakaria Harahap. Dalam dakwaannya, Jaksa Penunut Umum (JPU) Netty Silaen, diketahui ketiga terdakwa menerima gratifikasi dari kepala sekolah penerima DAK di wilayah Kota Medan dengan total Rp600 juta. Terdakwa Rajab Lubis menerima Rp300 juta, Eva Yunismin Rp240 juta dan Jakaria Harahap Rp60 juta.

 

Gratifikasi ini diperoleh karena pada tahun anggaran 2012, Disdik Kota Medan mendapat DAK Bidang Pendidikan bersumber dari APBD Kota Medan sebesar Rp34,86 miliar. Dana tersebut diperuntukkan untuk pembangunan rehabilitasi ruang sekolah dasar (SD) dan SMP di Kota Medan.

 

Namun, sebelum dana tersebut dibagikan ke sekolah-sekolah, terdakwa Rajab Lubis diduga memerintahkan Eva Yunismin dan Jakaria Harahap untuk memaksa kepala sekolah penerima DAK memberikan uang sebesar 10 persen. Dengan ancaman bila tidak memberi laporan pertanggungjawaban penggunaan DAK tidak akan diproses dan diterima.

Category: Berita Online | Views: 428 | Added by: fztm | Tags: Eva Serahkan Rp 300 Juta untuk Raja, DAK Disdik Medan, Sidang Dugaan Korupsi | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Only registered users can add comments.
[ Sign Up | Log In ]