Surat Bupati Langkat Diabaikan - 24 November 2014 - Tutorial Berbagai Cara - Berita Online - Bisnis Online - Updated Daily New PTC Sites (Top,Trusted,Elite,Legit,)
Home » 2014 » November » 24 » Surat Bupati Langkat Diabaikan
2:24 PM
Surat Bupati Langkat Diabaikan

PTPN II Abaikan Surat Bupati Langkat

LANGKAT

PTPN II tidak menggubris surat Bupati Langkat terkait lahan eks hak guna usaha (HGU) di Pasar IX Kwala Bingai Kecamatan Stabat-Langkat. Pasalnya, tetap saja menanami lokasi yang sesuai tata ruang dijadikan lokasi pengembangan kota.

Areal bekas tanaman tebu berkisar puluhan hektar yang berlokasi tidak jauh dari sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Stabat ini, telah berubah menjadi lahan tanaman kelapa sawit. Bukan hanya bersikukuh menanami sawit namun membuat parit besar menggunakan alat berat seakan mengisaratkan tak mau melepas lahan dimaksud bahkan abaikan surat protes dikirim Bupati Langkat.

Disebut-sebut lokasi dimaksud sudah tidak lagi masuk HGU PTPN II, oleh Pemkab Langkat diproyeksikan sebagai kawasan perumahan Pemda dan hutan kota sesuai dengan peraturan daerah (Perda) No:13/2004 tentang tata ruang Kecamatan Stabat sebagai ibu kota Kabupaten Langkat.

Guna mengingatkan, puluhan hektar lahan bekas tanaman tebu PTPN II Kebun Kwala Bingai di Pasar IX Kelurahan Kwala Bingai Kecamatan Stabat-Langkat ditanami kelapa sawit oleh PTPN II kendati sudah dikeluarkan dari HGU atau tidak lagi masuk HGU PTPN II saat perpanjangan HGU dilakukan beberapa tahun lalu mengingat lahan dimaksud masuk dalam kawasan kota dan juga usulan Pemkab Langkat terkait pengembangan kota.

Bupati Langkat, H Ngogesa Sitepu, telah mensurati Direksi PTPN II di Tanjung Morawa ditandai surat No:593-2154/BPP-LKT/2014 tanggal 22 Oktober 2014, dengan penegasan areal bekas tanaman tebu dimaksud kini dikonversi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit merupakan areal yang sudah tidak diperpanjang lagi HGUnya atau sudah dikeluarkan dari HGU PTPN II.

Mengingat tanaman kelapa sawit merupakan tanaman keras berusia panjang, di samping kebutuhan lahan untuk pengembangan Kota Stabat sebagai Ibukota Kabupaten Langkat sudah sangat mendesak ditetapkan sejak sepuluh tahun lalu, kata Bupati dalam suratnya, Pemkab meminta PTPN II meninjau kembali kebijakan penanaman kelapa sawit itu. Selain itu diharapkan perusahaan milik BUMN dapat melakukan proses penyerahan lahan dimaksud kepada Pemkab Langkat sesuai ketentuan berlaku. Namun sayangnya, Dirut PTPN 2 Tanjung Morawa tak menggubris surat yang dikirim Bupati Langkat itu.

"Kita lihat sajalah siapa yang lebih hebat, Bupati selaku kepala pemerintahan dan juga kepala daaerah atau Dirut PTPN II. Kita sih berharap marwah kepala daerah Langkat tetap terjaga," kata  Rahman warga Langkat, kemarin (24/11) komentari surat protes Bupati Langkat. (bbs)

Category: Berita Online | Views: 426 | Added by: fztm | Tags: PTPN II, Bupati Langkat | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Only registered users can add comments.
[ Sign Up | Log In ]